Langsung ke konten utama

Terbuai oleh Hebatnya Iklan


Tertipu Oleh Iklan


Inilah beberapa ceritaku sebagai konsumen yang terbuai oleh hebatnya iklan 

1.                  Dulu ketika saya kecil, SD, saya melihat iklan serbuk minuman yang diseduh di TV. Jadi ketika kita membeli produk minuman tersebut nantinya akan dapat semacam kartu. Dalam iklan tersebut divisualisasikan bahwa ketika minuman itu diseduh menggunakan air dan kemudian kartu yang didapatkan di celupkan ke dalam minuman yang telah diseduh itu akan mengeluarkan hadiah seperti PS, handphone, DVD player dan hadiah-hadiah lain.
Setiap hari saya selalu kepikiran mengenai iklan tersebut. Berharap bisa mendapatkan hadiah seperti yang di gambarkan di TV. Akhirnya ketika saya dan ibu saya mengunjungi sebuah toko, saya melihat ada produk minuman yang saya lihat di TV, kemudian saya meminta kepada ibu saya untuk membelikan serbuk minuman tersebut. Setelah sampai rumah saya tidak sabar untuk segera menyeduh serbuk minuman tersebut dan mendapatkan hadiah yang saya harapkan selama ini. Namun, setelah saya menyeduh dan mencoba mempraktekkan apa yang sudah dijelaskab di TV yaitu mencelupkan kartu ke dalam minuman itu, tidak ada sama sekali mainan yang keluar dari kartu tersebut melainkan kartu tersebut semakin lepek dan robek. Jujur saya kecewa pada saat itu, saya nangis kepada ibu saya.

2.                  Ketika saya menginjak remaja saya sudah mulai memperhatikan penampilan saya terutama soal wajah. Ketika saya melihat iklan di TV ada sebuah produk yang sangat popular pada saat itu yaitu “Fair and Lovely”. Saya tergiur dengan iklan-iklan yang ditampilkan bahwa nantinya wajah akan terlihat putih dan cerah setelah menggunakan produk tersebut. Akhirnya saya mengumpulkan uang jajan saya untuk membeli produk “Fair n Lovely”.
            Waktu awal-awal pemakaian saya masih merasa excited dengan produk tersebut dan selalu saya gunakan ke wajah saya. Suatu hari setelah pemakaian sekitar dua bulan ibu saya mengomentari wajah saya bahwa wajah saya terlihat sangat kusam sekali, awalnya saya biasa saja saya berfikir mungkin karena belum cuci muka dan kena paparan matahari. Namun komentar itu saya dapatkan hamper tiap hari, bahkan oleh teman-teman saya, akhirnya saya berfikir apa mungkin karena produk yang sedang saya pakai ya. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak memakai produk fair n lovely selama satu minggu. Hasilnya, kulit wajah saya kembali normal seperti biasa tidak kusam lagi, ibu saya pun berkomentar seperti itu. Dari situ saya menyadari saya telah tertipu oleh iklan dari produk tersebut yang mengklaim bahwa produk tersebut cocok untuk semua jenis kulit.

3.                  Saya pernah tertipu iklan mie instan. Pada saat itu sedang booming mie instan isi dua. Dalam iklan tersebut diklaim bahwa porsinya lebih banyak daripada mie instan isi satu. Dalam iklan divisualisasikan dengan mie yang begitu menggugah selera dan banyak porsinya. Namun saya sangat kecewa ketika saya mencoba membeli mie instan isi dua tersebut. Kenyataan yang saya dapatkan tak sesuai harapan. Mie yang saya beli ternyata setelah dibuka tidak besar bahkan ukurannya agak kecil dari mie instan isi satu. Saya malah berfikir mie isi dua ini hanyak mie isi satu yang di belah jadi dua. Masih mending beli mie isi satu tapi belinya dua, daripada beli mie isi dua padahal isinya hanya satu.

4.              Saya pernah tertipu iklan minuman berhadiah ‘Ale-Ale’. Dalam iklan nya yang disiarkan di TV, dijelaskan bahwa ketika penutup minuman tersebut digosok maka akan mendapatkan hadiah. Iklan minuman tersebut sangat populer bahkan disetiap warung pasti tersedia minuman tersebut. Hampir setiap hari saya membeli produk minuman tersebut namun yang saya dapatkan tidak sesuai ekspetasi. Setiap saya selesai menggosok penutup minuman ‘ale-ale’ selalu hanya bertuliskan “coba lagi” seperti itu terus bahkan sampai produk minuman tersebut sudah tidak terkenal lagi. Sampai sekarang pun saya belum pernah mendengar ada konsumen yang pernah mendapatkan hadiah dari produk minuman tersebut.

5.              Saya penggemar minuman susu. Dari kecil saya selalu dibelikan susu oleh ibu saya. Berbagai jenis susu saya coba. Ketika saya melihat iklan susu di TV yaitu susu kental manis saya merasa tergiur dengan iklan yang disajikan karena begitu kental tekstur susu yang divisualisasikan di iklan. Akhirnya ketika saya pergi ke sebuah supermarket bersama ibu saya, saya membeli 1 kaleng susu kental manis. Ketika sampai dirumah, saya coba membuat susu menggunakan susu kental manis yang sudah saya beli. Hasilnya lumayan memuaskan dan sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan di iklan. Namun yang membuat saya kecewa adalah, beberapa tahun belakangan ini susu kental manis yang dijual terasa encer dan tak semanis dulu. Bahkan banyak juga konsumen yang merasa kecewa dan tertipu dengan iklan karena apa yang didapatkan tak sesuai dengan label dan iklan.

6.                    Beberapa tahun yang lalu, saya sempat tertarik dengan iklan Maybelline yang menawarkan produk foundation. Dalam iklan yang disajikan di TV, produk tersebut mengklaim setelah pemakaian produk tersebut wajah akan terlihat flawless. Selain itu tekstur foundation yang digambarkan dalam iklan begitu kental dan penuh. Karena iklan yang disajikan sangat menarik akhirnya saya mencoba untuk membeli produk tersebut. Alangkah kecewanya saya ketika mendapati bahwa ternyata produk yang saya harapkan tidak sesuai dengan apa yang sudah disajikan dalam iklan. Tekstur begitu cair, tidak penuh, sedikit flawless, agak crack diwajah. Saya sangat kecewa bahkan ada beberapa teman saya yang menggunakan produk tersebut merasakan hal yang sama.

7.                    Dulu saat saya masih kecil, iklan indomie seringkali muncul di TV. Saat itu saya masih sangat polos dan merasa terpukau dengan iklan mie yang lengkap dengan sayuran, telor dan topping yang lengkap. Sangat menggugah selera. Tak tanggung-tanggung, mangkok nya pun besar sehingga terlihat mie yang terisi penuh dan lezat. Akhirnya, suatu ketika ibu saya membeli mie tersebut. Saya merasa senang sekali pada saat itu, karena akhirnya saya bisa mencicipi makanan yang ada di TV. Segera saya buat mie tersebut. Namun ketika saya unboxing saya menemuka sedikit kejanggalan. "dimana sayuran nya? Kok tidak ada telurnya?”. Namun saya berpositif thinking, mungkin saja ada di dalam bungkus bumbunya.
Hingga akhirnya ketika mienya sudah jadi, saya harus menghadapi kenyataan yang lebih pahit bahwa apa yang saya harapkan semuanya sirna. Sayuran, telor dan segala macam topping sama sekali tidak saya dapatkan melainkan hanya mie yang sedikit dan tidak sama sekali memenuhi piring. Sangat tidak sesuai dengan yang ada di iklan. Bahkan untuk satu porsi  makan untuk saya pun masih sangat kurang. Disitu saya tidak terima. Seketika itu saya mengajukan ketidakpercayaan itu pada ibu saya. “Ma, kok tidak ada sayuran, topping dan telurnya si seperti di iklannya. Mie nya juga dikit sekali”.
“Ya emang begitu, kalau ingin sayuran, telur dan segala macam toppingnya ya harus ditambahin sendiri”.
Seketika itu kecewa.


Nadia Rachma Wardana
18107030095
Kajian Sosial Iklan






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Profetik dan Seluk Beluknya

 KOMUNIKASI PROFETIK DAN SELUK BELUKNYA               Latar Belakang Munculnya Komunikasi Profetik           Lahirnya Komunikasi Profetik dilatarbelakangi oleh pergantian IAIN (Institut Agama Islam Negeri) menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). UIN bertujuan mengintegrasikan serta menginterkoneksikan agama dan ilmu pengetahuan (dalam hal ini komunikasi). Pembahasan Komunikasi Profetik yang bertujuan mempertemukan agama dan ilmu pengetahuan terlebih dahulu diawali dengan pembahasan tentang bagaimana fenomena komunikasi di Barat dan bagaimana kontribusi Islam terhadap bidang keilmuan yang sama. Antara Barat dan Islam selalu diliputi prasangka dan rasa saling curiga. Nyatanya, prasangka dan rasa saling curiga itu merupakan dampak dari antara kedua belah kubu. Menurut Majid Tehranian, kesalahpahaman tersebut antara lain: Barat salah paham atas Islam, Islam salah paham atas Barat, Barat salah paham atas Bara...

Consumer Journey

“CONSUMER JOURNEY” Target Audience: Julaeha, wanita berusia 37 tahun, seorang guru Madrasah Aliyah Yapimu Subang. Tinggal di desa Mekarjati, kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat. Pendiam, lembut, perfeksionis, menjaga penampilan, suka memasak, suka nonton acara masak di youtube. Bercita – cita ingin memiliki toko kue sendiri. Consumer Journey Waktu Aktifitas Point of Contact Media 04.30 – 04.40 Bangun tidur, buka melihat jam dan memeriksa chat whatsApp. Bantal, guling, kasur, handphone (WhatsApp). WhatsApp 04.40 – 04.50 Keluar kamar, berjalan menuju kamar mandi, ambil handuk, mandi dan ambil air wudhu. Handuk, pintu kamar mandi, gantungan baju, sabun, pasta gigi, sikat gigi, gayung. Ambient media 04.50 – 05.00 Sholat subuh. Sajadah, mukennah, 05.00 – 05.25 Persiapan berangkat kerja: pakai baj...

Copywriting yang Menggoda oleh Budiman Hakim

COPYWRITING YANG MENGGODA OLEH BUDIMAN HAKIM            Budiman Hakim atau yang akrab disapa Om Bud adalah seorang Creative Advisor dari MAC909. Beliau sering disebut sebagai Maestro Periklanan Indonesia. Banyak buku-buku yang telah ia telurkan seperti “Ngobrolin Iklan Yuk”, “Si Muka Jelek”, dan masih banyak lagi karya-karya buku Budiman Hakim lainnya. Ia mengatakan bahwa dengan menulis ia bisa pergi kemanapun ia inginkan dan ia ingin menghabiskan sisa umurnya untuk memberikan banyak ilmu kepada generasi-generasi penerusnya.            Berbicara mengenai dasar apa itu copywriting, banyak orang belum bisa membedakan atau belum mengetahui apa itu copywriting dan lain semacamnya. Jika dilihat dari asal kata, copy berarti teks. Sedangkan writing berarti penulisan. Ketika disatukan menjadi terminology advertising maknanya berkembang menjadi penulisan naskah yang mempunyai tujuan persuasi...