Langsung ke konten utama

Contoh Perbedaan Makna Iklan di Benak Masyarakat


Contoh Perbedaan Makna Iklan di Benak Masyarakat

Kultural apa yangg membedakannya sehingga maknanya berbeda?

1.   Iklan KB (Keluarga Berencana)
Iklan masyarakat yang memiliki slogan “Dua anak lebih baik” tentunya sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Tetapi ternyata hal ini menimbulkan persepsi berbeda di benak masyarakat. Usaha pemerintah dalam iklan KB ini adalah untuk mengurangi kepadatan penduduk dan mengurangi angka kelahiran. Namun ternyata banyak dari masyarakat yang menafsirkannya dengan berbeda makna. Ada dua makna yang muncul di benak masyarakat.
Pertama, “dua anak, lebih baik”. Maksud dari kalimat tersebut yaitu memiliki dua anak lebih baik daripada memiliki lebih dari dua anak. Karena Indonesia merupakan negara yang tingkat kepadatan penduduknya menduduki nomer empat dunia, iklan tersebut disampaikan bertujuan untuk menghimbau masyarakat Indonesia untuk cukup memiliki dua orang anak saja.  Jika masyarakat beranggapan seperti ini, berarti usaha pemerintah berhasil.
Kedua, “dua anak lebih, baik”. Maksud dari kalimat tersebut yaitu memiliki lebih dari dua orang anak adalah baik. Jika iklan tersebut ditafsirkan seperti itu oleh masyarakat Indonesia, maka usaha pemerintah dalam mengurangi kepadatan penduduk di Indonesia otomatis sia-sia dan masyarakat Indonesia akan memiliki anggapan bahwa memiliki lebih dari dua orang anak itu dianjurkan oleh pemerintah. 
Ternyata ada alasan mengapa bisa terjadi perbedaan makna di benak masyarakat. Cara penyampaian dan tulisan pada iklan tersebut yang ambigu dapat memutar balikkan pikiran orang-orang yang mendengarnya. Ada dua makna yang dapat ditimbulkan oleh kalimat ini yakni dijelaskan sebagai berikut.  Iklan tersebut dapat ditemukan dalam bahasa lisan maupun tulisan. Tetapi, baik keduanya yaitu bahasa lisan maupun tulisan tetap ditemukan keambiguan. Ditemukan keambiguan dalam bahasa tulisan karena tanda baca atau penanda-penanda ejaan tidak lengkap diberikan dan kurang jelas, dan ditemukan keambiguan dalam bahasa lisan karena dalam menyampaikan iklan tersebut penjedaan intonasi kurangditekankan pada salah satu aspeknya. Keambiguan dalam iklan layanan masyarakat tersebut dapat dihindari apabila dalam penulisannya diikuti oleh tanda baca yang jelas dan dalam penyampain lisannya diikuti oleh penjedaan secara jelas yang menekankan pada salah satu aspek saja.

2.   Grab (Zombie)
Grab Indonesia menayangkan iklan berdurasi selama 45 detik. Namun ternyata video iklan tersebut menimbulkan persepsi yang tidak sesuai harapan. Bahkan video iklan tersebut dikecam oleh masyarakat Indonesia karena dinilai melecehkan jasa ojek tradisional.
Grab Indonesia menjelaskan bahwa tujuan iklan video tersebut bukan untuk menakut nakuti atau mengerdilkan pihak tertentu. Maksud iklan itu dibuat adalah untuk mengingatkan semua pengguna jalan mengenai pentingnya berkendara aman.
Akhirnya karena terjadi kesalahpahaman tersebut, grab pun menarik video versi awal dan menggantinya dengan versi baru. Sehingga harapannya masyarakat dapat lebih focus kepada pesan utama yang ingin disampaikan mengenai  peningkatan keselamatan jalan bagi seluruh warga Indonesia.


Nadia Rachma Wardana
18107030095
Kajian Sosial Iklan






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Profetik dan Seluk Beluknya

 KOMUNIKASI PROFETIK DAN SELUK BELUKNYA               Latar Belakang Munculnya Komunikasi Profetik           Lahirnya Komunikasi Profetik dilatarbelakangi oleh pergantian IAIN (Institut Agama Islam Negeri) menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). UIN bertujuan mengintegrasikan serta menginterkoneksikan agama dan ilmu pengetahuan (dalam hal ini komunikasi). Pembahasan Komunikasi Profetik yang bertujuan mempertemukan agama dan ilmu pengetahuan terlebih dahulu diawali dengan pembahasan tentang bagaimana fenomena komunikasi di Barat dan bagaimana kontribusi Islam terhadap bidang keilmuan yang sama. Antara Barat dan Islam selalu diliputi prasangka dan rasa saling curiga. Nyatanya, prasangka dan rasa saling curiga itu merupakan dampak dari antara kedua belah kubu. Menurut Majid Tehranian, kesalahpahaman tersebut antara lain: Barat salah paham atas Islam, Islam salah paham atas Barat, Barat salah paham atas Bara...

Consumer Journey

“CONSUMER JOURNEY” Target Audience: Julaeha, wanita berusia 37 tahun, seorang guru Madrasah Aliyah Yapimu Subang. Tinggal di desa Mekarjati, kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat. Pendiam, lembut, perfeksionis, menjaga penampilan, suka memasak, suka nonton acara masak di youtube. Bercita – cita ingin memiliki toko kue sendiri. Consumer Journey Waktu Aktifitas Point of Contact Media 04.30 – 04.40 Bangun tidur, buka melihat jam dan memeriksa chat whatsApp. Bantal, guling, kasur, handphone (WhatsApp). WhatsApp 04.40 – 04.50 Keluar kamar, berjalan menuju kamar mandi, ambil handuk, mandi dan ambil air wudhu. Handuk, pintu kamar mandi, gantungan baju, sabun, pasta gigi, sikat gigi, gayung. Ambient media 04.50 – 05.00 Sholat subuh. Sajadah, mukennah, 05.00 – 05.25 Persiapan berangkat kerja: pakai baj...

Copywriting yang Menggoda oleh Budiman Hakim

COPYWRITING YANG MENGGODA OLEH BUDIMAN HAKIM            Budiman Hakim atau yang akrab disapa Om Bud adalah seorang Creative Advisor dari MAC909. Beliau sering disebut sebagai Maestro Periklanan Indonesia. Banyak buku-buku yang telah ia telurkan seperti “Ngobrolin Iklan Yuk”, “Si Muka Jelek”, dan masih banyak lagi karya-karya buku Budiman Hakim lainnya. Ia mengatakan bahwa dengan menulis ia bisa pergi kemanapun ia inginkan dan ia ingin menghabiskan sisa umurnya untuk memberikan banyak ilmu kepada generasi-generasi penerusnya.            Berbicara mengenai dasar apa itu copywriting, banyak orang belum bisa membedakan atau belum mengetahui apa itu copywriting dan lain semacamnya. Jika dilihat dari asal kata, copy berarti teks. Sedangkan writing berarti penulisan. Ketika disatukan menjadi terminology advertising maknanya berkembang menjadi penulisan naskah yang mempunyai tujuan persuasi...