Langsung ke konten utama

Eksperimental Analisis Produk Bon Cabe

EKSPERIMENTAL ANALISIS

(Produk BonCabe dalam Aktivitas Konsumen)

 

            Makan tentu menjadi aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Tanpa asupan makanan tubuh akan kehilangan energi untuk menjalani kegiatan. Bagi sebagian orang, komponen lauk tambahan menjadi pilihan yang paling disukai karena hal tersebut dapat meningkatkan rasa masakan.

Seseorang memilih produk makanan berdasarkan kebutuhan mereka. Sebelum memutuskan membeli pastinya ada keterlibatan konsumen dalam pemilihan produk. Disini saya akan membahas mengenai teman saya yang memilih untuk mengkonsumsi produk BonCabe sebagai komponen tambahan atau teman makan.

Ada tiga karakteristik yang menjadi model dasar keterlibatan produk konsumen dalam memilih produk BonCabe yaitu karakteristik konsumen, karakteristik produk, dan konteks situasional.

Karakteristik konsumen yaitu kebutuhan dan dorongan dari dalam diri yang merupakan faktor paling kuat mempengaruhi keterlibatan. Dalam hal ini teman saya membutuhkan lauk tambahan untuk dijadikan penikmat makanan. Sebagai seorang mahasiswa tentunya ia lebih memilih produk yang praktis. Ia juga menyukai makanan pedas.

Karakteristik kedua yaitu karakteristik produk yang dimiliki oleh BonCabe. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan teman saya yang menyukai pedas dan membutuhkan lauk tambahan. Selain itu menurut teman saya, rasa yang disajikan lebih enak dibandingkan kompetitor lain. Produk BonCabe mudah dicari, harganya terbilang lebih mahal dibanding kompetitor lain namun banyak diminati. Untuk varian rasa dan level pun bermacam-macam sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kemasan yang disediakan pun ada yang botol dan sachet sehingga memudahkan jika ingin dibawa kemanapun.  BonCabe merupakan Sambal Tabur pertama di Indonesia yang terbuat dari cabai asli pilihan terbaik untuk menemani aktivitas makan agar menjadi lebih “pedas”. Tidak hanya pedas, campuran bumbu-bumbu khas Nusantara dalam proses pengolahan BonCabe juga turut mendukung cita rasa BonCabe menjadi semakin nikmat dan mantap.

            Karakteristik ketiga yaitu karakteristik situasional. Dalam hal ini teman saya adalah seorang mahasiswa rantau yang dimana ia dituntut untuk menghemat pengeluaran, selain itu tekanan waktu dimana ia tidak memiliki waktu untuk memasak dan kegiatan yang cukup padat membuat ia memilih produk BonCabe agar lebih praktis. Produk ini juga banyak diminati oleh teman-temannya sehingga kemanapun ia selalu membawa produk BonCabe.

            Jika melihat ritme dalam satu hari, melihat teman saya dengan berbagai rutinitasnya. BonCabe selalu ada dalam rutinitas kesehariannya. Ada tiga waktu yang sering teman saya nikmati bersama BonCabe dalam berbagai aktivitasnya.

            Waktu sarapan di pagi hari. Berburu waktu karena jam kuliah yang selalu pagi mengharuskan teman saya berangkat dengan mengindahkan sarapan. Ia baru akan sarapan setelah jam kuliah pertama selesai. Sekitar jam sembilan pagi ia pergi ke kantin bersama teman yang lain untuk sarapan, dan ia pun menambahkan BonCabe pada bekal makanan yang sudah ia siapkan sebelum berangkat kuliah. Disini ia membawa satu sachet BonCabe.

            Waktu makan siang. Untuk memulihkan stamina saat beraktivitas teman saya memilih untuk pulang ke kosan. Sebelumnya ia telah membeli beberapa lauk untuk dimakannya nanti. Dikosan ia menanak nasi, dan setelah masak ia makan bersama lauk yang sudah dibeli tadi dan tak lupa menaburkan BonCabe sebagai penikmat makan.

            Makan malam. Biasanya teman saya akan pergi keluar untuk kumpul organisasi atau komunitas sembari mengerjakan tugas. Tak lupa dengan BonCabe yang selalu ia bawa kemanapun, ia juga menambahkannya pada makanan yang ia pesan.

            Berdasarkan informasi dan pengalaman yang telah teman saya dapatkan tersebut menjadikan teman saya menjadi konsumen yang loyal terhadap produk BonCabe dan selalu melakukan pembelian ulang (repurchase) serta tidak tertarik untuk membeli produk merk lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Profetik dan Seluk Beluknya

 KOMUNIKASI PROFETIK DAN SELUK BELUKNYA               Latar Belakang Munculnya Komunikasi Profetik           Lahirnya Komunikasi Profetik dilatarbelakangi oleh pergantian IAIN (Institut Agama Islam Negeri) menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). UIN bertujuan mengintegrasikan serta menginterkoneksikan agama dan ilmu pengetahuan (dalam hal ini komunikasi). Pembahasan Komunikasi Profetik yang bertujuan mempertemukan agama dan ilmu pengetahuan terlebih dahulu diawali dengan pembahasan tentang bagaimana fenomena komunikasi di Barat dan bagaimana kontribusi Islam terhadap bidang keilmuan yang sama. Antara Barat dan Islam selalu diliputi prasangka dan rasa saling curiga. Nyatanya, prasangka dan rasa saling curiga itu merupakan dampak dari antara kedua belah kubu. Menurut Majid Tehranian, kesalahpahaman tersebut antara lain: Barat salah paham atas Islam, Islam salah paham atas Barat, Barat salah paham atas Bara...

Consumer Journey

“CONSUMER JOURNEY” Target Audience: Julaeha, wanita berusia 37 tahun, seorang guru Madrasah Aliyah Yapimu Subang. Tinggal di desa Mekarjati, kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat. Pendiam, lembut, perfeksionis, menjaga penampilan, suka memasak, suka nonton acara masak di youtube. Bercita – cita ingin memiliki toko kue sendiri. Consumer Journey Waktu Aktifitas Point of Contact Media 04.30 – 04.40 Bangun tidur, buka melihat jam dan memeriksa chat whatsApp. Bantal, guling, kasur, handphone (WhatsApp). WhatsApp 04.40 – 04.50 Keluar kamar, berjalan menuju kamar mandi, ambil handuk, mandi dan ambil air wudhu. Handuk, pintu kamar mandi, gantungan baju, sabun, pasta gigi, sikat gigi, gayung. Ambient media 04.50 – 05.00 Sholat subuh. Sajadah, mukennah, 05.00 – 05.25 Persiapan berangkat kerja: pakai baj...

Copywriting yang Menggoda oleh Budiman Hakim

COPYWRITING YANG MENGGODA OLEH BUDIMAN HAKIM            Budiman Hakim atau yang akrab disapa Om Bud adalah seorang Creative Advisor dari MAC909. Beliau sering disebut sebagai Maestro Periklanan Indonesia. Banyak buku-buku yang telah ia telurkan seperti “Ngobrolin Iklan Yuk”, “Si Muka Jelek”, dan masih banyak lagi karya-karya buku Budiman Hakim lainnya. Ia mengatakan bahwa dengan menulis ia bisa pergi kemanapun ia inginkan dan ia ingin menghabiskan sisa umurnya untuk memberikan banyak ilmu kepada generasi-generasi penerusnya.            Berbicara mengenai dasar apa itu copywriting, banyak orang belum bisa membedakan atau belum mengetahui apa itu copywriting dan lain semacamnya. Jika dilihat dari asal kata, copy berarti teks. Sedangkan writing berarti penulisan. Ketika disatukan menjadi terminology advertising maknanya berkembang menjadi penulisan naskah yang mempunyai tujuan persuasi...