Langsung ke konten utama

Segmentasi Kelas Menengah Hubungannya dengan Tipe Konsumen

Mengungkap Realitas Hidup Seorang Tokoh Segmentasi Kelas Menengah “Segmen Follower” Hubungannya Dengan Tipe Konsumen 

        Dalam menyusun segmentasi generik kelas menengah digunakan pendekatan segmentasi psikografis yaitu pendekatan segmentasi yang mengacu pada atribut-atribut yang terkait dengan nilai-nilai, kepribadian, sikap, minat, atau gaya hidup. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang kaya terhadap atribut-atribut psikografis yang secara langsung dan signifikan mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen.

        Ada tiga dimensi segmentasi untuk memetakan nilai-nilai, sikap, perilaku dan gaya hidup konsumen yaitu tingkat kepemilikan sumber daya (ownership of resources) yang menggambarkan tingkat sumber daya yang dimiliki terutama sumber daya finansial (yang mempengaruhi kemampuan daya beli dan konsumsi terhadap berbagai barang dan jasa), tingkat pengetahuan dan wawasan (knowledgeability) (akan berpengaruh secara mendasar pada pola pikir dan orientasi hidup seseorang yang pada gilirannya akan mempengaruhi nilai-nilai yang dianut dan perilaku-perilakunya), dan tingkat keterhubungan sosial (social connection).

Dengan mengacu pada dimensi nilai-nilai tersebut telah diidentifikasikan delapan segmen kelas menengah salah satunya yaitu segmen follower. Segmen ini umumnya adalah kalangan muda yang membutuhkan panutan untuk menemukan dan menunjukan eksistensinya. Mereka masih mencari jati diri, belum punya banyak pengalaman, dan wawasannya masih terbatas. Mereka adalah generasi galau. Karena hal ini pula, tangible aspect seperti tampilan fisik, kepemilikan barang mahal, atau citra diri menjadi sesuatu yang penting. Bagi mereka teman adalah segalanya dan diterima dilingkungan teman merupakan sesuatu yang penting untuk menunjukkan eksistensi mereka. Koneksi dengan teman mereka lakukan melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Disini penulis telah melakukan survey terhadap seorang tokoh segmentasi kelas menengah “Segmen Follower”. Ia merupakan seorang mahasiswa/pelajar berinisial ‘A’. Karena masih muda ‘A’ ini masih cenderung labil dan masih selalu mengikuti trend-senter yang ada. Sebagai seorang mahasiswa tentunya ia juga adalah seorang konsumen yang memiliki karakteristik atau tipe tersendiri. Untuk menentukan tipe konsumen seperti apa yang di miliki oleh ‘A’, berikut hasil survey penulis :

1. Pertanyaan penulis > Bagaimana harapan dan cita-cita mu dalam hidup?

Jawaban ‘A’ : Bisa memberikan banyak manfaat bagi orang lain maupun lingkungan, lebih mencintai diri sendiri, melakukan sesuatu yang optimis, menikmati setiap momen dalam hidup, either sweet memory or vice versa, and go around the world.

2. Pertanyaan penulis > Faktor penting apa yang ada di hidup mu?

Jawaban ‘A’ : Loyalty, honesty, integrity, diri sendiri dan orang sekitar baik itu teman, keluarga, lingkungan, membahagiakan orang tua, dan yang paling penting adalah ibadah.

3. Pertanyaan penulis > Obsesimu tentang hidup seperti apa?

Jawaban ‘A’ : Tidak menjadi sampah masyarakat, optimis, berusaha semaksimal mungkin, dan perfect karena meskipun tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi masih berusaha untuk mewujudkan arti perfect menurut cara pandang sendiri.

4. Pertanyaan penulis > Seperti apa norma dan nilai yang kamu anut?

Jawaban ‘A’ : Norma agama yang dipercaya sejak kecil, norma yang menjunjung tinggi nilai-nilai positif, dan menghargai perbedaan apapun itu.

5. Pertanyaan penulis > Motivasimu dalam hidup seperti apa?

Jawaban ‘A’ : Menjadi orang yang berguna, tidak membebani orang lain, melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.

6. Pertanyaan penulis > Pola management hidupmu bagaimana?

Jawaban ‘A’ : Mengikuti intuisi, berfikir rasional, enjoy, memprioritaskan hal yang paling penting, teratur, terjadwal, rapih, but whenever you feel so tired, just know it’s okay to take a break yet not to stop.

        Berdasarkan hasil survey tersebut penulis menyimpulkan bahwa ‘A’ merupakan tipe konsumen yang pemilih, apakah produk yang akan dibeli memberikan manfaat yang banyak atau tidak. Tipe konsumen ini cenderung kritis dalam membuat keputusan membeli sehingga diperlukan teknik pemasaran yang tepat untuk meyakinkan konsumen tipe pemilih.

 

Nadia Rachma Wardana

18107030095

New Media Iklan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Profetik dan Seluk Beluknya

 KOMUNIKASI PROFETIK DAN SELUK BELUKNYA               Latar Belakang Munculnya Komunikasi Profetik           Lahirnya Komunikasi Profetik dilatarbelakangi oleh pergantian IAIN (Institut Agama Islam Negeri) menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). UIN bertujuan mengintegrasikan serta menginterkoneksikan agama dan ilmu pengetahuan (dalam hal ini komunikasi). Pembahasan Komunikasi Profetik yang bertujuan mempertemukan agama dan ilmu pengetahuan terlebih dahulu diawali dengan pembahasan tentang bagaimana fenomena komunikasi di Barat dan bagaimana kontribusi Islam terhadap bidang keilmuan yang sama. Antara Barat dan Islam selalu diliputi prasangka dan rasa saling curiga. Nyatanya, prasangka dan rasa saling curiga itu merupakan dampak dari antara kedua belah kubu. Menurut Majid Tehranian, kesalahpahaman tersebut antara lain: Barat salah paham atas Islam, Islam salah paham atas Barat, Barat salah paham atas Bara...

Consumer Journey

“CONSUMER JOURNEY” Target Audience: Julaeha, wanita berusia 37 tahun, seorang guru Madrasah Aliyah Yapimu Subang. Tinggal di desa Mekarjati, kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat. Pendiam, lembut, perfeksionis, menjaga penampilan, suka memasak, suka nonton acara masak di youtube. Bercita – cita ingin memiliki toko kue sendiri. Consumer Journey Waktu Aktifitas Point of Contact Media 04.30 – 04.40 Bangun tidur, buka melihat jam dan memeriksa chat whatsApp. Bantal, guling, kasur, handphone (WhatsApp). WhatsApp 04.40 – 04.50 Keluar kamar, berjalan menuju kamar mandi, ambil handuk, mandi dan ambil air wudhu. Handuk, pintu kamar mandi, gantungan baju, sabun, pasta gigi, sikat gigi, gayung. Ambient media 04.50 – 05.00 Sholat subuh. Sajadah, mukennah, 05.00 – 05.25 Persiapan berangkat kerja: pakai baj...

Copywriting yang Menggoda oleh Budiman Hakim

COPYWRITING YANG MENGGODA OLEH BUDIMAN HAKIM            Budiman Hakim atau yang akrab disapa Om Bud adalah seorang Creative Advisor dari MAC909. Beliau sering disebut sebagai Maestro Periklanan Indonesia. Banyak buku-buku yang telah ia telurkan seperti “Ngobrolin Iklan Yuk”, “Si Muka Jelek”, dan masih banyak lagi karya-karya buku Budiman Hakim lainnya. Ia mengatakan bahwa dengan menulis ia bisa pergi kemanapun ia inginkan dan ia ingin menghabiskan sisa umurnya untuk memberikan banyak ilmu kepada generasi-generasi penerusnya.            Berbicara mengenai dasar apa itu copywriting, banyak orang belum bisa membedakan atau belum mengetahui apa itu copywriting dan lain semacamnya. Jika dilihat dari asal kata, copy berarti teks. Sedangkan writing berarti penulisan. Ketika disatukan menjadi terminology advertising maknanya berkembang menjadi penulisan naskah yang mempunyai tujuan persuasi...